Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jaringan Komputer. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Oktober 2011

Sharing Folder di Ubuntu dan Windows

Pada postingan kali ini saya akan berbagi sebuah tutorial yaitu bagaimana caranya melakukan sharing (berbagi) file pada komputer dengan sistem operasi ubuntu dan komputer dengan sistem operasi windows. Pada postingan ini saya menggunakan sistem operasi ubuntu 10.10 dan sistem operasi windows XP SP3. Cara ini juga bisa anda gunakan pada sistem operasi selain windows XP seperti windows vista atau windows 7. Berikut adalah langkah-langkah melakukan sharing file pada sistem operasi ubuntu dan windows.
1. Agar lebih mudah dalam proses sharing folder lebih baik seting IP adrees di windows dengan IP Static, seperti contoh berikut

Klik untuk memperbesar gambar
2. Cek workgroup yang digunakan pada windows

Klik untuk memperbesar gambar
3. Pada sistem operasi ubuntu, klik Aplications – Ubuntu Software Center

4.Pada kotak pencarian Ubuntu Software Center ketik samba

Klik untuk memperbesar gambar
5. Setelah samba terinstall, klik System – Administration – Samba

6. Klik Preferences – Server Settings…

Klik untuk memperbesar gambar
7. Pada tab Basic, workgroup diisi sama dengan workgroup windows xp, pada contoh ini Local

8. Setelah selesai membuat workgroup, klik menu File – Add Share sehingga muncul jendela Create Samba Share, pada tab Basic tentukan folder yang akan disharing dan jangan lupa memberi tanda pada opsi Writable dan Visible

9. Pada tab Access pilih Allow Access To Everyone

10. Seting samba selesai, sekarang buat IP address di ubuntu menjadi statik juga biar lebih mudah, caranya klik kanan Network Manager Applet – Edit Connection

11. Pada jendela Network Connection, tab Wired klik Lan Card yang akan diseting, di contoh ini Auto eth0, kemudian klik Edit

12. Kemudian klik tab IPv4 Settings, Method: Pilih manual, pada contoh ini IP Address windows xp saya buat 192.168.1.2, sedangkan untuk Ubuntu Ip Adressnya saya buat 192.168.1.100

klik untuk memperbesar gambar
13. Setelah selesai klik Apply, seting pun selesai.
14. Buka windows explorer di windows xp kemudian di address bar ketikkan //192.168.1.100, jika berhasil akan muncul folder yang sudah disharing di ubuntu

Klik untuk memperbesar gambar
Semoga bermanfaat, dan jangan lupa berkunjung lagi di lain kesempatan 
https://indahabni.blogspot.com/2011/10/sharing-folder-di-ubuntu-dan-windows.html
 Sharing File, Folder dan Printer dengan SAMBA
Ubuntu dan kebanyakan Linux lainnya menggunakan SAMBA sebagai program untuk share folder, file atau printer dengan pengguna OS lainnya. Ini sangat penting saat anda menggunakan VMware sejenis Sun VirtualBox untuk menjalankan Windows di Ubuntu, atau membuat Ubuntu sebagai komputer server. Berikut cara setting dan trik lainnya.

Instalasi
1. Buka Applications - Accessories - Terminal, kemudian ketik
    $ sudo apt-get install samba

2. Ikutin perintah-2 instalasinya, kemudian edit konfigurasi samba
    $ sudo gedit /etc/samba/smb.conf

3. Buang tanda ";" didepan baris-2 berikut
    workgroup = MSHOME
    security = share

4. Untuk Share Partisi Windows (NTFS, FAT32)
Di baris akhir tambahkan baris perintah dibawah
    [DATA]
    comment = Drive Data
    path = /media/data-1     <-- dalam hal ini partisi saya terbaca data-1 
    browseable = yes
    read only = no
    guest ok = yes     <-- buat no jika ingin hanya user tertentu yang boleh mengakses

5. Simpan (ctrl+x) dan restart samba dengan perintah
    $ sudo /etc/init.d/samba restart

6. Kemudian buka File Manager - File Systems - Media.
klik kanan pada folder drive yang ingin anda share misal disk-1,  Centang Share this Folder dan Allow other... kemudian klik Create Share dan Automatic Permissions

6.Setting di windows : Buka Windows Explorer, klik Tools - Map Network Drive...
isikan pada Folder :  \\IP_Ubuntu_Anda\data, kemudian klik different user name dan isikan

User Name :  IP_Ubuntu_Anda\username dan isikan passwordnya. Jika anda belum membuat username bisa diisikan dengan username dan password root ubuntu anda. Jika share ditujukan untuk pengguna lain, sebaiknya buatkan username dan password khusus (lihat caranya dibawah)

7. Klik OK dan Finish, sekarang share folder anda sudah terlihat




Akses samba tanpa password

Edit kembali smb.conf, buatkan baris seperti dibawah :
    security = share
    domain master=yes
    domain logons=yes
    encrypt password=yes



Akses samba tanpa Authentication (Otentikasi)

Edit smb.conf, buang  tanda ";" didepan setiap baris dibawah ini :
    interface = 127.0.0.0/8 eth0
    bind interface only = true
    guest account = nobody

pastikan baris security level
    security = share

kemudian tambahkan  pada baris akhir seperti dibawah ini :
    [Guest Share]
    comment = Guest
    path = /path/to/dir/to/share
    browseable = yes
    read only = yes   <--- isikan "no" jika ingin Guest bisa mengedit juga
    guest ok = yes



Share Direktori Home

Edit smb.conf, kemudian tambahkan  pada baris akhir seperti dibawah ini :
    [homes]
    comment = Home Directories
    browseable = yes

buang  tanda ";" didepan atau tambahkan jika belum ada setiap baris dibawah ini :

    valid users = %S
    writable = yes


Membuat user untuk samba
    $ sudo bash
    # useradd namauser
    # smbpasswd -a namauser

kemudian buat file konfigurasi untuk samba user
    # gedit /etc/samba/smbusers

isikan baris dibawah ini :
    system_username = “namauser”

save dan exit

untuk beberapa kasus jika user tambahan tidak berhasil di otentikasi oleh windows, coba rubah kembali file smb.conf seperti dibawah ini
     $ sudo gedit /etc/samba/smb.conf

ganti baris security = share dan tambahkan baris baru seperti dibawah :
    security =user
    username map = /etc/samba/smbusers

   


Sharing Printer
Secara default jika anda telah menginstall driver printernya pada ubuntu, otomatis printer sudah bisa diakses oleh windows. Cara melihatnya di windows, klik Run dan isikan \\IP_Ubuntu_Anda, klik OK. dan terlihat icon printer ubuntu (misal EPSON-LX-1050), klik kanan dan pilih connect.


Melihat Paket (Package) Instalasi samba
     $dpkg -L samba

Uninstall Samba
    $ sudo apt-get purge samba
 
Perintah-2 samba lainnya
    $ sudo /etc/init.d/ samba start
    $ sudo /etc/init.d/ samba stop
    $ sudo /etc/init.d/ samba reload
    $ sudo /etc/init.d/ samba force-reload
    $ sudo /etc/init.d/ samba restart
    $ sudo /etc/init.d/ samba status
    $ sudo testparm


forum permission sharing printer : http://wss-id.org/forums/p/5796/35786.aspx
https://indahabni.blogspot.com/2011/10/file-folder-dan-printer-dengan-samba.html
Rabu, 28 September 2011

Computer Networking (TCP/IP Edition)

TCP/IP adalah protokol yang populer digunakan/diimplementasikan untuk saling mengkoneksikan jaringan lokal dengan metode “internet” (inget i-nya kecil… = interconnect networking). Sampai pada suatu saat, seluruh jaringan-jaringan yang ada di dunia ini telah terkoneksi, sehingga lahirlah produk hebat dari internet bernama The Internet. (Tapi sekali lagi saya tegaskan, banyak orang, termasuk saya, yang maksudnya nulis “internet” malah jadi “Internet”. Atau sebaliknya, maksudnya menulis “Internet” malah jadi “internet”. Gapapa lah, soalnya sekarang internet & Internet emang udah mengcover seluruh dunia ‘kan…). Mari kita bongkar dan berkarya wisata ke layer-layer pada TCP/IP!!!
Biar lebih jelas, pertama-tama saya kasih gambar ini nih.. Semua obrolan kita di postingan ini mengacu pada gambar ini:

Layer-Layer dan Protokolnya Pada TCP/IP
Layer-Layer dan Protokolnya Pada TCP/IP
Gambar ini diambil dari situs Wikipedia. Ini adalah 4 layer teratas (layer 5, 4, 3, dan 2) dari layer-layer TCP/IP. Sedangkan layer 1 (Layer Fisik) TCP/IP gak dimasukkan dalam gambar ini..
TCP/IP disebut juga TCP/IP Suite, atau seperangkat protokol komunikasi data. Jadi sebenernya yang disebut protokol itu siapa? Apakah “TCP/IP” nya ATAU protokol-protokol yang ada di tiap layer itu sihh? (Coba lihat gambar)
Jyah, ini mah sama aja kayak analogi begini:
Microsoft Office Suite 2010 adalah produk office dari Microsoft. Didalam Microsoft Office Suite 2010, terdapat:
  • Aplikasi word processing, menggunakan Microsoft Word
  • Aplikasi worksheet, matematik, dan matriks, menggunakan Microsoft Excel
  • Aplikasi membuat database, menggunakan Microsoft Access
  • dan seterusnya
Kalo pake analogi begini, anggap aja satu bundel Microsoft Office ini adalah “TCP/IP”-nya… sedangkan Microsoft Word, Excel, Access, Outlook, dkk sebagai protokol-protokol di tiap layernya.. Paham? Okede…
Ada pertanyaan bagus dari adik kelas, kenapa nama protokol komunikasi yang dikembangkan ARPA ini disebut “TCP/IP”? Wah, pertanyaan yang sangat fundamental (haha). Langsung aja saya jawab begini:
  1. Tanya ke ARPA, dijamin dapet jawaban yang jelas.. hehehe…
  2. Kalo kita ga bisa ke Amerika ketemu salah satu Researcher ARPA, mending kita maen tebak-tebak buah manggis… Kalo kata tebak2an.. menurut saya kenapa dinamakan “TCP/IP” adalah karena dua protokol TCP, dan IP ini (Coba lihat lagi gambarnya.. TCP ada di layer 4, dan IP ada di layer 3) adalah protokol yang paling sering digunakan dan jadi primadona dalam komunikasi data… Mungkin TCP dan IP sudah dianggap maskot dari sekumpulan geng protokol ini, sehingga dijadikan nama geng nya.. hehehe…
Oke saatnya karya wisata ke Layer 1 (Layer Fisik)………(1 jam kemudian)…..
*Sopir bisnya gak tau tempat-tempat di Layer Fisik… jadi kita langsung ke Layer 2 (Layer Data-Link) aja ya anak-anak??! Iya paaakkk…*
Layer 2 (Layer Data-Link)
Kita karya wisata ke salah satu protokol yang ada di layer ini, ARP:
ARP & RARP (Address Resolution Protocol & Reverse/Inverse Address Resolution Protocol): adalah protokol yang bertugas untuk memetakan IP Address menjadi alamat MAC (Media Access Control) juga untuk sebaliknya, memetakan MAC Address menjadi IP Address.
Untuk melihat alamat IP (Layer 3) dan alamat fisik MAC (Layer 2). Pada shell Linux, ketik perintah “ifconfig” dan untuk cmd Windows, ketik perintah “ipconfig”
root@eniac:/home/inan# ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1b:24:2a:3e:e0
inetaddr:192.168.0.2 Bcast:192.168.0.255 Mask 255.255.255.0
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:0 (0.0 B)
Interrupt:20 Base address:0xa000
wlan0 Link encap:Ethernet  HWaddr 00:19:7e:45:99:eb
inetaddr:217.0.0.7 Bcast:217.0.0.255 Mask 255.255.255.0
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:0 (0.0 B)
Yang saya garis bawah adalah alamat MAC (alamat device) dan yang saya bold adalah alamat IP (Layer 3). Penting nih.. tiap alamat MAC (alamat device) tidak ada yang sama di dunia ini. Seperti juga contohnya alamat MAC LAN card saya (eth0) dan Wireless card saya (wlan0). Ini aja udah beda… Apalagi dengan komputer lain :P
Nah, sekarang… tugas ARP pada komputer saya adalah mengabarkan kepada seluruh node di dalam jaringan WLAN saya bahwa IP 217.0.0.7 mempunyai alamat MAC 00:19:7e:45:99:eb begitu juga untuk LAN, ARP akan membroadcast informasi ke tiap node bahwa alamat 192.168.0.2 mempunyai alamat MAC 00:1b:24:2a:3e:e0.
Sebenarnya untuk apa alamat MAC? Alamat MAC diperlukan untuk transfer data yang secara fisik dalam satu jaringan. Kalau begitu untuk apa alamat IP? Wogh… Alamat IP digunakan sebagai alamat logic tiap node untuk kebutuhan pengalamatan jaringan-jaringan karena (nanti akan dijelaskan ketika kita berkarya wisata ke Layer 3 hehehe…). Kalo peran ARP dalam komunikasi di jaringan lokal?? Jika anda pernah mengkoneksikan komputer anda ke sebuah jaringan (pake switch misalnya) maka tanpa peran ARP, mungkin komputer anda tidak akan pernah mendapatkan paket data karena “kesasar” di jaringan lokal. Hehe.. Switch bekerja pada layer 2. Sebenernya switch memiliki “database” ARP table di dalam switch tersebut. Isinya kurang lebih (contoh) seperti ini:
IP Address MAC Address Lewat port switch…
192.168.0.1 00:1b:cc:c0:bd:e0 Port 1 switch
192.168.0.2 00:1b:24:2a:3e:e0 Port 2 switch
192.168.0.3 00:1c:13:dd:a2:bb Port 3 switch
192.168.0.4 00:1c:25:1c:ae:4e Port 4 switch
Tabel ARP pada Switch 4 port yang terisi penuh menuju node-node.
Cara switch bekerja adalah dengan membaca ARP Table nya. Baris-baris pada table tersebut selalu di update oleh protokol ARP secara periodik. Misalnya ada paket datang ke switch dari IP 192.168.0.1 yang akan menuju 192.168.0.2. ARP akan me-resolv alamat 192.168.0.2 menjadi 00:1b:24:2a:3e:e0, sehingga switch mengerti maksud alamat logic (IP) tersebut maksudnya adalah alamat fisik tertentu yang berada di port mana, kemudian switch akan meneruskan paket tersebut menuju port nomer 2 pada switch (ke komputer dengan alamat MAC 00:1b:24:2a:3e:e0 atau beralamat logic 192.168.0.2). Untuk selanjutnya paket dari 192.168.0.1 tersebut di proses secara lokal oleh komputer 192.168.0.2….
Layer 3 (Layer Network)
Kita karya wisata ke salah satu protokol yang ada di layer ini, IP:
IP (Internet Protocol): adalah protokol yang bertugas untuk pengalamatan logic node. Selain pengalamatan fisik, diperlukan juga pengalamatan logic. Mungkin anda berpikir, untuk apa pengalamatan logic, kenapa kita tidak ber-internet dengan menggunakan alamat fisik (Layer 2) saja? Toh, alamat fisik tiap Network-Interface-Card berbeda-beda di dunia ini… Jadi ga kan ketuker-tuker kalo misal saya berinternet dengan alamat fisik saja…
Ok… ini karena alamat fisik tidak bisa di masking. Alamat fisik komputer 00:1b:24:2a:3e:e0 tidak bisa di masking menjadi 00:1b:24:2a:3e:XX… Karena bisa saja 00:1b:24:2a:3e:e0 tidak berada di network yang sama dengan komputer beralamat fisik 00:1b:24:2a:3e:aa misalnya… (perhatikan bagian terakhir “e0” diganti menjadi “aa”)
Jadi untuk mengetahui alamat jaringan, tidak bisa dengan menggunakan alamat fisik. Alamat fisik spesifik untuk pengalamatan langsung untuk host tertentu saja (Direct-Delivery).
Agar ngerti maksudnya, bisa saya jelaskan bersamaan dengan intro di layer 3 ini…

Routing Antar Dua Jaringan
Routing Antar Dua Jaringan
Dari gambar ini, routing table pada ROUTER bisa saya jelaskan seperti ini:
Source Network Destination Network Interface
192.168.0.X (byte terakhir terserah, asal masih berada di sub-net 192.168.0) 192.168.1.X m0
192.168.1.X 192.168.0.X m1
Sekarang, bisa anda bayangkan jika alamat fisik (host-spesific) yang harus di-handle oleh router… Butuh berapa entry baris agar router bisa mengerti jika harus ke interface 00:1b:24:2a:3e:e0 harus kemana. (Ini masih interkoneksi dua jaringan… bagaimana nanti kalo sebesar Internet??? Hadohhhhh) Ok, sudah cukup berandai-andai. Untuk itu alamat logic SANGAT diperlukan…
Layer 4 (Layer Transport)
Kita karya wisata ke salah satu protokol yang ada di layer ini, TCP dan UDP:
TCP (Transmission Control Protocol): adalah protokol yang bertugas untuk membentuk koneksi antar node. Sifat TCP adalah connection-oriented. TCP baru akan membuat koneksi jika kedua belah pihak telah setuju. Karenanya, TCP dianggap reliable (dapat diandalkan). Berbeda dengan UDP (User Datagram Protocol) yang connectionless, transmisi data yang berbasis UDP akan bersifat nothing-to-lose (hehe) karena tidak ada kesepakatan dulu antar node yang bertransmisi.
Kalau kita beranalogi, misalnya kita mau mengirimkan barang dari Bandung ke Surabaya dengan menggunakan jasa si Upin (TCP) atau Ipin (UDP) nih yah?! Untuk diketahui, Upin lebih teliti dalam mengirimkan barang. Upin suka nelpon dulu orang yang akan dikirimkan barang di Surabaya itu, apakah rumahnya di Surabaya bisa dikunjungi atau engga… Kalau bisa dikunjungi, Upin baru mulai ngirim barangnya… Selain itu, Upin juga memikirkan jalur yang akan ditempuh, apakah lewat jalur Pantura atau lewat jalur selatan. Terakhir, Upin bertanggung jawab dalam mengirimkan barang. Upin suka ngasih tau ke kita bahwa barang yang kita kirimkan udah sampai ke Surabaya dengan selamat atau engga. Kalau engga, akan dikirimkan lagi dari Bandung. Secara periodik Upin memberitahukan ke kita sebagai pengirim di Bandung… Kalau Ipin, dia sih maen berangkat-berangkat aje… Tapi secara waktu, memang Ipin lebih cepat prosesnya. Karena mungkin sewaktu Upin masi sibuk nelpon-nelpon ke Surabaya, si Ipin udah nyampe Cirebon.. Jadi Ipin mah ga mikirin orang di Surabaya-nya bisa dikunjungi atau tidak, terus ga mikirin lewat jalur mana aja, yang penting sampe Surabaya.. mo lewat Garut juga ayo-ayo ajahh.. jyahahahahah…
Pada kenyataannya, TCP digunakan untuk transmisi yang sifatnya kritikal dan tentu saja, butuh kehandalan. Sedangkan UDP digunakan untuk komunikasi antar proses yang tidak begitu memerlukan kehandalan, justeru membutuhkan kecepatan respon.
Layer 5 (Layer Application)
Kita karya wisata ke salah satu protokol yang ada di layer ini, DNS:
DNS (Domain Name Service): adalah protokol yang tugasnya memetakan nama domain yang gampang diingat manusia menjadi alamat IP yang gampang diproses komputer (sesuai dengan framework TCP/IP).
DNS Server (Node yang melakukan pemetaan alamat domain menjadi alamat IP) tentu saja mempunyai “database” nama domain ke alamat IP nya. Sesuai pada tabel berikut:
Nama Domain Alamat IP
onyon.com 117.231.21.223
gorilla.com 193.112.125.88
NB: nama domain dan alamat IP-nya ngasal… tapi ini bukan untuk tujuan menyindir atau apapun… hanya biar contohnya jelas… hehehe..
Jadi ketika kita menggunakan DNS Server yang memiliki database seperti ini, dan ketika kita browsing ke gorilla.com, sebenernya kita sama saja dengan melakukan query ke DNS Server untuk me-resolv nama gorilla.com menjadi IP 193.112.125.88 kemudian membuat koneksi HTTP ke 193.112.125.88 (ngerti kan?)
Apakah seluruh nama domain di Internet terekam di DNS Server? Jawabannya Ya, tapi tidak semua nama domain di rekam (record) di satu komputer yang segede Gaban… Tapi dimanfaatkanlah distributed system. Bisa saja ada DNS Server yang tidak tau alamat onyon.com, tapi ketika nanya ke DNS server kita, ter-resolv IP 117.231.21.223. Tiap baris DNS sebenarnya selalu di update tiap subuh waktu GMT. Ada DNS-Root di Internet yang menghandle gTLD (Top Level Domain) dan ccTLD (country-code Top Level Domain). Contoh TLD yaitu: com, net, org, edu, mil. Contoh ccTLD yaitu: co.id, go.uk, or.jp. DNS-Root ini “hanya” mengatur Top Level Domain… Untuk SLD (Second Level Domain) di TLD tersebut ada Name Server-Name Server lain yang pastinya lebih tau. Contoh SLD: google, yahoo, tibandung, detik, kaskus, dsb….
Mungkin analoginya gini aja lah ya (step by step).. Telah di query sama Mr. Lampard seseorang dari Inggris alamat sbb: Gg Mawar no. 12c, Jl. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Provinsi Jabar, Negara Indonesia
  • Pertama-tama yang dilakukan Mr. Lampard adalah nanya ke “Nameserver” PBB.. dimana sih negara Indonesia?? PBB kemudian ngasih jawabannya…
  • Mr. Lampard kemudian ke Indonesia dan nanya ke “Nameserver” di sana. Dimana sih provinsi Jabar? “Nameserver” Indonesia kemudian ngasih tau jawabannya… (Untuk dipahami, jika Mr. Lampard nanya ke PBB, BELUM TENTU PBB tau dimana provinsi Jabar. Betul tidak??)
  • Terus nanya ke “Nameserver” di Jabar, dimana sih Kota Bandung? Terus “Nameserver” tersebut ngasih tau jawabannya… (Untuk dipahami, jika Mr. Lampard nanya ke Indonesia, BELUM TENTU Indonesia tau dimana Kota Bandung. Betul tidak??)
  • Terus nanya ke “Nameserver” di Bandung, dimana sih Jl. Soekarno-Hatta…
  • Terus nanya ke “Nameserver” di Jl. Soekarno-Hatta, dimana sih Gang Mawar…
  • Terus nanya ke “Nameserver” warga di Jl. Mawar, dimana sih rumah no. 12c…
  • Akhirnya Mr. Lampard tau alamat tempat bakal tujuannya. Lah, ngapain Lampard nanya-nanya Bandung euy? Pengen ngabela PERSIB inih teh? Hahahah..
Protokol DNS menggunakan layanan Ipin.. eh.. maksudnya layanan UDP. Yang membutuhkan kecepatan dalam respon ketimbang masalah kehandalan. Bisa dilihat sendiri, kenapa lebih membutuhkan kecepatan respon ketimbang kehandalan. Lah, data yang diquery-in juga cuma masalah nama domain… Lagian, banyak node yang mungkin harus di lewati untuk pemecahan nama domain.. Bisa lama nungguinnya nehhh…
Contoh “DNS Client” adalah aplikasi kecil bernama “nslookup”. Ini adalah contoh ketika saya melakukan query “google.co.id” ke aplikasi ini…
inan@eniac:~$ nslookup
> server
Default server: 192.168.255.3
Address: 192.168.255.3#53
Default server: 10.88.77.6
Address: 10.88.77.6#53
> google.co.id
Server:         192.168.255.3
Address:        192.168.255.3#53
Non-authoritative answer:
Name:   google.co.id
Address: 64.233.181.104
> server 8.8.8.8
Default server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53
> google.co.id
Server:         8.8.8.8
Address:        8.8.8.8#53
Non-authoritative answer:
Name:   google.co.id
Address: 64.233.181.104
> exit
inan@eniac:~$
Sedikit keterangan:
Baris 1: saya mengetikkan perintah “nslookup”
Baris 2: saya ingin tau, siapa yang jadi default nameserver di nslookup saya…
Ternyata hasilnya adalah primary adalah 192.168.255.3 dan secondary 10.88.77.6
Ini nameserver punya provider ISP saya…
Baris 7: saya coba query “google.co.id” ke nameserver saya tersebut…
Baris 12: ada jawaban alamat IP google.co.id… yang ngasih jawaban adalah primary NS saya..
Baris 13: coba nanya pake NS yang lain 8.8.8.8 (public DNSnya Google Inc.)
Baris 16: saya coba query “google.co.id” ke nameserver saya tersebut…
Baris 21: ada jawaban alamat IP google.co.id… yang ngasih jawaban adalah 8.8.8.8
Baris 22: keluar dari program “nslookup”
Oke deh… Ini sedikit karya wisata kita ke tiap layer-layer TCP/IP. Untuk selanjutnya bisa diperdalam lagi jobdesc dari protokol dan manfaat dari jobdesc protokol tersebut untuk protokol-protokol yang lainnya. Ingat, mereka semua bekerja secara independen, tapi sesungguhnya hasil kerja mereka merupakan satu kesatuan mekanisme yang kompleks agar komunikasi data bisa berlangsung. Hebat…
https://indahabni.blogspot.com/2011/09/computer-networking-tcpip-edition-tcpip.html

Membangun Jaringan Komputer Wireless Dengan D-Link DAP-1360

D-Link DAP-1360 adalah perangkat wireless access point yang dapat dikonfigurasikan dalam berbagai operation modes seperti berikut ini:
  1. wireless access point mode
  2. wireless client mode
  3. wireless repeater mode
  4. bridge mode
  5. bridge dengan AP mode
  6. WISP client router mode
  7. WISP repeater mode
Saya tidak akan mendiskusikan semua mode operasi dari peranti D-Link DAP-1360 ini akan tetapi hanya membahas bagaimana membangun jaringan komputer wireless dengan operation mode sebagai access point atau sebagai wireless repeater untuk membentangkan jangkauan yang lebih luas dari jaringan wireless anda saat ini.
Membangun Jaringan Komputer Wireless Dengan DAP-1360 AP
Dap-1360 D-Link Spec
Klik untuk detail spec
Pada umumnya sambungan broadband internet Speedy menggunakan modem yang dilengkapi dengan fitur router atau firewall menjadi satu dalam satu pernagkat. Walau sudah banyak yang menggunakan modem wireless router, akan tetapi masih banyak yang menggunakan modem router tanpa wireless.
Instalasi DAP-1360 Sebagai Wireless AP
Default Gateway
Sebelum anda membangun jaringan komputer wireless menggunakan DAP-1360 ini, sebelumnya kita perlu mengetahui IP address dari modem-router kita yang nantinya akan digunakan sebagai Default gateway dari jaringan komputer kita. Umumnya Komputer kita terhubung kepada modem router menggunakan kabel jaringan UTP. Untuk mengetahui konfigurasi dari IP router kita paling gampang adalah menggunakan command dos “ipconfig” pada Dos prompt. Ketik tombol <Windows> dan <R> secara bersamaan dan muncul windows Open, ketik CMD pada kolom open dan klik OK. Pada command line ketik “ipconfig” sehingga muncul:
Windows IP Configuration
Ethernet adapter Local Area Connection 2:
Connection-specific DNS Suffix  . :
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.1.25
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.1.1
Anda perhatikan pada baris Default gateway, IP address 192.168.1.1 itu adalah IP address dari modem router anda. Simpan data ini untuk dipakai kemudian dalam tahapan selanjutnya.
Konfigurasi DAP-1360
Pertama kali yang perlu anda lakukan setelah mendapatkan peranti ini adalah melakukan konfigurasi untuk memilih operasion mode yang akan dipakai nantinya dan juga memberikan IP address seperlunya dan juga memberikan keamanan. Lepas kabel jaringan yang menghubungkan Komputer anda dan modem router, kemudian gunakan kabel tersebut untuk menghubungkan Komputer anda kepada DAP-1360 port ethernetnya.
Mengingat setting default dari pabrik DAP-1360 ini adalah 192.168.0.50 dan subnet mask 255.255.255.0 dan gateway 0.0.0.0.0, maka kita perlu memberikan IP address statis kepada Komputer dengan IP address uniq pada subnet yang sama antara 192.168.0.1 sampai 192.168.0.254 (selain 192.168.0.50), misalkan 192.168.0.25 dan subnet mask 255.255.255.0. hal ini untuk memudahkan komunikasi antar Komputer dan DAP1360. Lihat juga petunjuk konfigurasi tcp/ip.
Buka TCP/IP property dari komputer anda. Lakukan langkah berikut: Klick Local Area Connection => klick Properties => pilih ‘Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klick Property. Umumnya pada tap General ini dipilih pada pilihan pertama  “Obtain an IP address automatically” pilihan dimana komputer mendapatkan IP secara automatis dari DHCP server. Pilih pililhan kedua “Use the following IP address” kemudian ketik IP address 192.168.0.25 subnet mask 255.255.255.0 dan kemudian klik OK => OK => Close.
TCP IP setting
Pada tahapan ini Komputer anda sudah bisa berkomunikasi dengan Dap1360. Selanjutnya anda perlu:
  1. Mengkonfigurasi Dap-1360 untuk berfungsi sebagai Wireless Access Point
  2. Ganti default IP address dari Dap-1360 dengan IP address yang berada dalam satu subnet dengan router anda
  3. Hubungkan Dap-1360 ke router anda
Langkah2 yang perlu dilakukan:
  • Buka browser anda dan ketik: dlinkap atau IP address 192.168.0.50 pada field address yang kemudian akan muncul Windows login. Ketik user-name dan password, default nya adalah user: admin passwork kosongin saja. Anda perlu mengubahnya demi keamanan kemudian.
  • Begitu masuk menu pilih “Launch Wireless Setup Wizard” dan beri nama dari piranti ini dengan nama yang sesuai
  • Pilih modus operasi dari piranti ini menjadi Wireless AP, ikuti instruksi lanjutan dari wizard menu ini sampai selesai. Tentunya anda perlu melihat buku manual untuk lebih detailnya.
  • Pilih konfigurais LAN setting, anda perlu mengganti IP address dari piranti ini dengan IP address yang berada pada subnet yang sama dengan yang ada pada router (sunet anda). Walau sebenarnya anda bisa memilih “Dynamic address”
  • Lepas kabel yang ke Dap-1360
  • Kembalikan konfigurasi IP address dari Komputer anda tadi menjadi pilihan pertama  “Obtain an IP address automatically”
Sampai disini jaringan komputer wireless anda sudah terbentuk dan wireless client komputer sudah bisa koneksi secara wireless ke jaringan wireless. Jika perlu memberikan password proteksi anda bisa kembali ke konfigurasi Dap-1360 dan mengaktifkan WPA/WPA2 dengan password yang kuat agar aman.
Dalam konfigurasi LAN setting anda perlu memberikan static IP address pada Dap-1360 dengan IP address pada subnet yang sama dengan router anda, dalam contoh ini berikan IP address 192.168.1.50, subnet mask 255.255.255.0 dan default gateway 192.168.1.1 (yang merupakan IP address dari router anda).
Setting DHCP
DHCP server yang ada pada router atau Dap-1360 diaktifkan untuk bisa memberikan konfigurasi IP address secara automatis kepada semua client komputer atau piranti mobile anda semua yang ada pada jaringan komputer anda. Pada Dap-1360 gunakan IP range antara 192.168.1.100 sampai 192.168.1.200. Jangan sampai overlap dengan DHCP pada router anda.
Gunakan kabel jaringan tadi dan koneksikan Dap-1360 kepada salah satu port Ethernet dari router anda. Pada tahap ini mestinya semua wireless client sudah bisa koneksi ke pada jaringan wireless yang sudah terbentuk.
LAN Setting pada dap-1360
Jika anda ingin mengaktifkan Dap-1360 sebagai wireless repeater maka langkah diatas masih berlaku sebagai acuan.
Wireless Repeater Mode
Yang paling popular dari penggunaan Dap-1360 ini adalah sebagai range extender atau wireless repeater jika anda ingin memperluas jangkauan dari router wireless anda. Yang perlu dilakukan adalah mencatat konfigurasi router anda:
  1. IP address dari router anda misal yang umum untuk beberapa router adalah 192.168.1.1 subnet mask 255.255.255.0 yang mana IP address ini dipakai sebagai default gateway dari jaringan komputer anda.
  2. IP scope dari DHCP router misal antara 192.168.1.2 sampai 192.168.1.49 (IP 192.168.1.50 sudah dipakai pada contoh ini)
Sekarang lakukan seperti langkah konfigurasi sebagai wireless AP diatas dan pilih konfigurasi wireless piranti sebagai Repeater. Gunakan Launch Wireless Setup Wizard dan pilih mode Wireless Repeater
  1. Pilih mode Repeater dengan menggunakan Site Survey dan pilih wireless SSID yang ingin anda kembangkan jangkauannya. Pada mode Repeater SSID, Channel dan setting security harus sama antara router dan Dap-1360. Site Survey memastikan semua parameter tersebut sama.
  2. Beri IP address uniq pada Dap-1360 pada subnet  yang sama dengan router anda dan pastika IP scope dari DHCP antara router dan Dap-1360 tidak saling tumpang tindih. Misal pada router adalah 192.168.1.2 sampai 192.168.1.49, maka konfigurasikan pada Dap-1360 anda pada scope 192.168.1.100 sampai 192.168.1.200 subnet mask 255.255.255.0 dan tentunya default gateway mengarah kepada IP address router anda dalam hal ini 192.168.1.1
  3. Setelah selesai, putuskan dengan Komputer anda dan letakkan pada tempat dimana signal router lemah. Pastika bahwa Dap-1360 masih mendapat signal yang lumayan dari router anda.
Sampai tahap ini wireless client mestinya sudah mendapatkan sinyal kuat dari Dap-1360 dan menerima IP address Dari repeater ini. Pastikan dengan menjalankan perintah “ipconfig” dan lihat apakah IP address berada pada scope DHCP dari Dap-1360 atau dari router.
https://indahabni.blogspot.com/2011/09/membangun-jaringan-komputer-wireless.html

Pengertian MAC Address di Jaringan Komputer

Pengertian MAC Address di Jaringan Komputer, MAC Address (Media Access Control Address) adalah sebuah alamat jaringan yang diimplementasikan pada lapisan data-link dalam tujuh lapisan model OSI, yang merepresentasikan sebuah node tertentu dalam jaringan. Dalam sebuah jaringan berbasis Ethernet, MAC address merupakan alamat yang unik yang memiliki panjang 48-bit (6 byte) yang mengidentifikasikan sebuah komputer, interface dalam sebuah router, atau node lainnya dalam jaringan. MAC Address juga sering disebut sebagai Ethernet address, physical address, atau hardware address.
MAC Address mengizinkan perangkat-perangkat dalam jaringan agar dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh, dalam sebuah jaringan berbasis teknologi Ethernet, setiap header dalam frame Ethernet mengandung informasi mengenai MAC address dari komputer sumber (source) dan MAC address dari komputer tujuan (destination). Beberapa perangkat, seperti halnya bridge dan switch Layer-2 akan melihat pada informasi MAC address dari komputer sumber dari setiap frame yang ia terima dan menggunakan informasi MAC address ini untuk membuat “tabel routing” internal secara dinamis. Perangkat-perangkat tersebut pun kemudian menggunakan tabel yang baru dibuat itu untuk meneruskan frame yang ia terima ke sebuah port atau segmen jaringan tertentu di mana komputer atau node yang memiliki MAC address tujuan berada.
Dalam sebuah komputer, MAC address ditetapkan ke sebuah kartu jaringan (network interface card/NIC) yang digunakan untuk menghubungkan komputer yang bersangkutan ke jaringan. MAC Address umumnya tidak dapat diubah karena telah dimasukkan ke dalam ROM. Beberapa kartu jaringan menyediakan utilitas yang mengizinkan pengguna untuk mengubah MAC address, meski hal ini kurang disarankan. Jika dalam sebuah jaringan terdapat dua kartu jaringan yang memiliki MAC address yang sama, maka akan terjadi konflik alamat dan komputer pun tidak dapat saling berkomunikasi antara satu dengan lainnya. Beberapa kartu jaringan, seperti halnya kartu Token Ring mengharuskan pengguna untuk mengatur MAC address (tidak dimasukkan ke dalam ROM), sebelum dapat digunakan.
MAC address memang harus unik, dan untuk itulah, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) mengalokasikan blok-blok dalam MAC address. 24 bit pertama dari MAC address merepresentasikan siapa pembuat kartu tersebut, dan 24 bit sisanya merepresentasikan nomor kartu tersebut. Setiap kelompok 24 bit tersebut dapat direpresentasikan dengan menggunakan enam digit bilangan heksadesimal, sehingga menjadikan total 12 digit bilangan heksadesimal yang merepresentasikan keseluruhan MAC address. Berikut merupakan tabel beberapa pembuat kartu jaringan populer dan nomor identifikasi dalam MAC Address.
Nama vendor Alamat MAC
Cisco Systems 00 00 0C
Cabletron Systems 00 00 1D
International Business Machine Corporation 00 04 AC
3Com Corporation 00 20 AF
GVC Corporation 00 C0 A8
Apple Computer 08 00 07
Hewlett-Packard Company 08 00 09
Agar antara komputer dapat saling berkomunikasi satu dengan lainnya, frame-frame jaringan harus diberi alamat dengan menggunakan alamat Layer-2 atau MAC address. Tetapi, untuk menyederhanakan komunikasi jaringan, digunakanlah alamat Layer-3 yang merupakan alamat IP yang digunakan oleh jaringan TCP/IP. Protokol dalam TCP/IP yang disebut sebagai Address Resolution Protocol (ARP) dapat menerjemahkan alamat Layer-3 menjadi alamat Layer-2, sehingga komputer pun dapat saling berkomunikasi.
Beberapa utilitas jaringan dapat menampilkan MAC Address, yakni sebagai berikut:
* IPCONFIG (dalam Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003).
* WINIPCFG (dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition).
* /sbin/ifconfig (dalam keluarga sistem operasi
UNIX )
Berikut ini adalah contoh output dari perintah ipconfig dalam Windows XP Professional:
C:>ipconfig /all
Windows IP Configuration
Host Name . . . . . . . . . . . . : karma
Primary Dns Suffix . . . . . . . :
Node Type . . . . . . . . . . . . : Unknown
IP Routing Enabled. . . . . . . . : No
WINS Proxy Enabled. . . . . . . . : No
Ethernet adapter loopback:
Connection-specific DNS Suffix . :
Description . . . . . . . . . . . : Microsoft Loopback Adapter
Physical Address. . . . . . . . . : 02-00-4C-4F-4F-50
DHCP Enabled. . . . . . . . . . . : No
IP Address. . . . . . . . . . . . : 192.168.0.1
Subnet Mask . . . . . . . . . . . : 255.255.255.0
Default Gateway . . . . . . . . . : 192.168.0.7
Fungsi MAC address
Cara memblock ip dan mac address yang berada di sebuah network merupakan hal mudah di Linux. Yang jelas, kita sudah mengetahui alamat ip dan mac adress yang dipakai oleh si target.
Scan
Untuk mengetahui alamat ip dan MAC Address target, lakukan scanning pada jaringan terlebih dahulu. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan scan dengan bantuan ping dan arp.
root@ahmad:~# ping -b -c 2 -W 1 10.0.2.255
root@ahmad:~# for i in $(seq 1 254) ; do ping -c 2 -W 1 10.0.2.$i >& /dev/null & done
root@ahmad:~# arp | grep eth
Hasil terakhir dari table arp akan menunjukkan alamat ip mana saya yang aktif beserta MAC Address-nya di net ip 10.0.2.x, Cara yang lain untuk scanning ip adalah dengan menggunakan tools nmap.
root@ahmad:~# nmap -sP -PI -PT 10.0.2.1/24
dengan melakukan nmap ke salah satu ip address pada sebuah jaringan, maka alamat ip lainnya (yang aktif) bisa ditemukan.
Block Ip
Untuk melakukan bloc ip, silahkan gunakan perintah iptables seperti berikut :
root@ahmad:~# iptables -I INPUT -s 10.0.2.212 -j DROP
Contoh diatas adalah perintah untuk mem-block ip 10.0.2.212 ke server. Untuk menghapus perintahnya,
root@ahmad:~# iptables -D INPUT -s 10.0.2.22 -j DROP
Block MAC Address
Untuk memblock MAC Address, sebenarnya hampir sama.
root@ahmad:~# iptables -A INPUT -m mac -mac-source 00:00:b4:aa:c1:34 -j DROP
dan untuk menghapusnya, tinggal menjalankan perintah yang sama dengan mengganti opsi -A (add) menjadi -D (delete)
root@ahmad:~# iptables -D INPUT -m mac -mac-source 00:00:b4:aa:c1:34 -j DROP
ACAK-ACAK MAC address
dapat mengacak-acak counter wireless di sekitar kota anda. Sehingga anda dapat berinternetan sepuasnya hanya dengan membeli sekali account di server. Sebenarnya trick acak-acak ini hanya menggati MAC Address Laptop anda yang digunakan, sehingga setiap MAC Address yang baru perhitungan waktu kembali ke 00.00 / semula.
Sebelumnya cara ini harus membutuhkan “Live CD Distro Linux BackTrack2″,
Jalankan Live CD Distro Linux BackTrack2, masukkan username “root”, lalu masukkan password “toor”.
Setelah muncul prompt, ketikkan “startx”.
Setelah muncul desktop environment KDE, klik tombol “K” (di pojok kiri bawah). Pilih BackTrack Radio Network Analysis -> 80211 Analyser Kismet.
Lalu muncul window “Select Network Device”, pilih “wifi0”. Klik “OK”.
Muncul tampilan Kismet, secara otomatis Kismet akan mencari wireless client yang sedang aktif. Bila ditemukan wireless client yang aktif tetapi tidak terhubung dengan jaringan, maka akan muncul pesan “ALERT: Suspicious client 00:02:6F:37:08:20 – probing networks but never participating.”
Bila Kismet berhasil menemukan Access Point yang aktif, maka akan muncul pesan “Found IP 192.168.2.1 for slamet::00:0E:2E:C2:2C:0E via ARP”.
Keterangan:
slamet -> nama SSID
Tutup Kismet, lalu buka console untuk menjalankan tools scanning yang lain, yakni airodump.
Keterangan:
Bila kita menggunakan program scanning yang lain, biasanya program pertama akan membuat driver wireless kita “rusak”. Untuk dapat digunakan pada program yang kedua, kita perlu memperbaiki driver tersebut (dimatikan lalu dihidupkan kembali).
Cara memperbaiki driver, ketik:
#airmon-ng -> untuk mengecek interface yang tersedia.
Matikan driver “ath0” dan “ath1” dengan mengetik:
#airmon-ng stop ath0
#airmon-ng stop ath1 -> bila interface ath1 ada.
Mengaktifkan driver yang baru, ketik:
#airmon-ng start wifi0
Bila diketikkan perintah #iwconfig , maka muncul informasi “ath0” sudah aktif dengan Mode=Monitor.
Berikutnya, ketik #airodump-ng ath0
Dengan demikian maka kesimpulan bahwa dengan airodump mendapatkan hasil scanning MAC Address Client yang lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan Kismet. Tetapi Client IP Address tidak bisa didapatkan, kecuali menggunakan Kismet.
Kita juga dapat menggunakan program K-MAC(atau anda bisa merubah MAC Address melalui regedit) yang di-install pada windows untuk merubah MAC-Address Wireless kita menjadi MAC-Address salah satu client yang terdaftar pada MAC Address Filtering.
Yang perlu dilakukan adalah mencari informasi MAC-Address client dengan mengunakan Kismet atau airodump, catat MAC-Address tersebut, lalu jalankan K-MAC di windows dan ubah MAC-Addressnya.
kemdian restart komputer anda
https://indahabni.blogspot.com/2011/09/pengertian-mac-address-di-jaringan.html

Konfigurasi SPEEDY Dalam Jaringan LAN

Ada dua cara untuk setting SPEEDY supaya bisa digunakan dalam jaringan wired-LAN. Pertama, menggunakan switch. Kedua, menggunakan tambahan kartu jaringan (network-card).
Tutorial ini akan menjelaskan yang kedua.
Untuk mengubungkan antara dua komputer dalam jaringan, maka salah satu komputer yang dijadikan Server (yang terkoneksi dengan modem) harus memiliki dua network-card. Satu untuk menghubungkan dengan modem SPEEDY, selanjutnya saya sebut “server”. Satu untuk mengubungkan dengan komputer yang satunya, selanjutnya saya sebut “client”. Kedua kartu jaringan ini harus sudah di-install driver-nya.
Untuk Memastikan Kartu Jaringan Sudah Siap
  1. Asumsi : Kartu jaringan yang pertama sudah terhubung dengan internet SPEEDY. Server sudah bisa mengakses internet lewat web-browser, misalkan menggunakan Mozilla Firefox.
  2. Dalam posisi kartu jaringan sudah terhubung dengan kabel jaringan, cek apakah lampu pada kartu jaringan menyala? Jika menyala, tandanya secara fisik sudah berfungsi.
  3. Masuk ke command-prompt (Start → Run → ketik “cmd”). Ketikkan : ipconfig. Lalu tekan [Enter]. Jika yang keluar seperti berikut, maka kartu jaringan sudah siap :
  4. konfigurasi awal

Setting Jaringan Pada Server

a. Pada Kartu Jaringan Pertama (yang terhubung ke modem)

  1. Masuk ke tempat pengaturan jaringan di Windows (Start → Control Panel → Network and Internet Connection → Network Connection)
  2. Halaman Network Connection
  3. Klik kanan pada kartu jaringan pertama, pilih “properties”.
  4. Pilih tab “advance”. Lalu pada Internet Connection Sharing, check “allow other user to connect through this computer”. Dan uncheck pada “allow other user to control or disable this shared connection”.
  5. Kalau ingin, anda dapat mengatur layanan yang bisa diakses oleh komputer client, klik pada tombol Setting.
  6. Masih pada tab “advance”. Pada Windows Firewall, klik tombol Settings. Lalu matikan windows firewall (turn off). Dan sekarang status jaringan pada server = connected.

b. Pada Kartu Jaringan Kedua (yang terhubung ke client)
  1. Klik kanan pada kartu jaringan kedua, pilih “properties”.
  2. Pilih “Internet Protocol TCP/IP”. Lalu klik tombol Properties.
  3. Setting sebagai berikut :
  4. Menggunakan DNS Nawala
  5. Cek konfigurasi jaringan yang baru saja dibuat dengan masuk ke command-prompt dan mengeksekusi perintah “ipconfig”. Tampilan sebagai berikut : (gambar 10)

Setting Pada Komputer Client

  1. Masuk ke Network Connection pada komputer Client. Atur konfigurasi menjadi sebagai berikut :
  2. Menggunakan DNS Nawala
  3. Kemudian, tampilan Network Connection akan berubah menjadi sebagai berikut :
Nah, proses konfigurasi selesai!
Selamat berinternet menggunakan Speedy! Speed that you CAN trust.

\(^____^)/

———————
https://indahabni.blogspot.com/2011/09/konfigurasi-speedy-dalam-jaringan-ada.html
 

© 2010 . - Design Google Blogs - Powered By Rias Indah Purwatiningsih